Peredaran Bitcoin di Indonesia hanya Rp 1 Miliar /bulan



Peredaran  Bitcoin di Indonesia dianggap belum perlu mendapatkan peraturan dari Bank Indonesia. CEO Bitcoin Indonesia Oscar Darmawan mengatakan per bulan rata-rata peredaran Bitcoin di Indonesia relatif kecil. “Karena dalam 1 bulan peredaran Bitcoin di Indonesia masih sangat kecil, tidak sampai Rp 1 miliar. Sedangkan biaya bagi BI untuk mengurus undang-undang soal Bitcoin tentu jauh lebih besar,”.

Bitcoin diluncurkan pada 2008 hingga saat ini belum ada bank sentral di seluruh dunia yang mengatur peredaran mata uang maya tersebut. Bank central di Cina, Amerika Serikat dan negara lainnya hanya menyatakan bahwa peredaran Bitcoin tidak diperbolehkan melibatkan bank. Mereka juga memperbolehkan Bitcoin sebagai media investasi, tapi tidak sebagai standar pengukuran. Jika Bank Indonesia melarang peredaran Bitcoin, maka pengguna Bitcoin di Indonesia akan semakin tidak terkontrol dan bermain secara sembunyi-sembunyi (under ground) yang nantinya akan semakin sulit dikontrol.

Peredaran Bitcoin di Indonesia saat ini masih kurang dari 1%. Sedangkan di negara lainnya seperti Amerika Serikat sudah sebanyak 35% dan Cina mencapai 52%. Sehingga kebijakan apapun dari pemerintah Cina terhadap Bitcoin, akan paling berefek terhadap Bitcoin di dunia. Pemerintah Cina saat ini hanya melarang Bitcoin terlibat dengan bank-bank.

Pemerintah Amerika Serikat cenderung mendukung Bitcoin. Mereka hanya meminta exchanger atau pengguna Bitcoin untuk mencantumkan paspor dalam setiap transaksi. Oscar berharap otoritas di Indonesia akan menerapkan aturan serupa, yakni mencantumkan paspor atau KTP di setiap transaksi. Sebab, hal itu sudah dilakukan di seluruh dunia.

sumber : http://www.tempo.co/read/news/2014/02/19/087555537/Peredaran-Bitcoin-di-RI-hanya-Rp-1-Miliar-bulan

ATM Bitcoin Makin Luas


ATM Bitcoin merupakan sebuah harapan yang sangat besar untuk semua pengguna bitcoin. Info dari sebuah Perusahaan Robocoin selaku penyedia mesin anjungan tunai mandiri (ATM) untuk Bitcoin, menyatakan akan mulai memasang mesin ATM pertama untuk Bitcoin di Amerika Serikat. Mesin itu akan dipasang di Seattle dan Austin.

ATM Bitcoin dapat digunakan pengguna dalam membeli atau menjual serta menyetor uang tunai atau mentransfer Bitcoin dari atau kepada dompet virtual Bitcoin lain. Mesinnya mirip ATM pada umumnya, tetapi memiliki sensor pemindai yang membaca identifikasi kartu penduduk atau paspor untuk mengkonfirmasi identitas pengguna.

Sebelumnya, Robocoin telah memasang mesin ATM Bitcoin pertamanya di Vancouver, Kanada, pada musim gugur 2013. Mereka juga akan mengoperasikan satu mesin Bitcoin berikutnya di Calgary, Alberta, Kanada, pada akhir Februari 2014.

Robocoin, yang berbasis di Las Vegas, juga berencana memasang ATM Bitcoin di kawasan Asia dan Eropa. Setiap mesin Bitcoin nantinya dikelola oleh sebuah operator, termasuk perusahaan Bitcoin di suatu negara.

Kantor berita Reuters mencatat, satu Bitcoin pada September 2013 nilainya berkisar 150 dollar AS. Lalu pada akhir Desember 2013 nilainya meroket menjadi di atas 1.000 dollar AS.

Nilai Bitcoin sempat anjlok pada 10 Februari 2014 setelah bursa Mt. Gox asal Tokyo, Jepang, merilis pengumuman sedang menangguhkan penarikan Bitcoin karena "terdeteksi aktivitas yang tidak biasa pada dompet Bitcoin dan sedang dilakukan penyelidikan selama beberapa pekan terakhir. Ini mengkonfirmasikan adanya transaksi yang perlu diperiksa lebih dekat."

Di platform Mt. Gox, nilai Bitcoin sempat jatuh ke level 592 dollar AS pada 10 Februari 2014 waktu Jepang, turun 27 persen dari harga tanggal 7 Februari sebesar 692 dollar AS

Sumber : http://tekno.kompas.com/read/2014/02/19/0728009/Penyebaran.ATM.Bitcoin.Bakal.Makin.Luas

Rayuan BOS Bitcoin Indonesia Untuk Pemerintah



Bitcoin muncul pada 2009 yang disebut-sebut sebagai inovasi. Kebebasan dan efisensi merupakan salah satu alasan lahirnya Bitcoin, terbebas dari currency exposure risk.

CEO Bitcoin Indonesia Oscar Darmawan mengatakan, transaksi jual beli Bitcoin dapat meningkatkan pajak negara dan devisa ke Indonesia. "Kami bermimpi lebih jauh, pemerintah dapat mendukung transaksi Bitcoin ini sehingga nantinya dapat memberikan pemasukan negara," ujarnya saat acara 'Bitcoin Marketplace' di Restoran Seremanis, Jakarta.

Dalam pandangannya, dengan menetapkan atau melegalkan Bitcoin sebagai bagian dari komoditas virtual, negara dapat menarik pajak setiap transaksi Bitcoin.
"Sehingga meningkatkan pendapatan negara. Kami kan punya pemasukan transaksi fee dari pengguna meski hanya 1 persen," jelasnya.
"Saat ini bertransaksi di Singapura (karena legal). Jika di Indonesia dapat diterapkan akan maka akan menambah devisa, karena kan salah satu pemasukan terbesar dari pajak," ungkapnya.
BI Merujuk pada Undang-undang (UU) Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang serta UU Nomor 23 Tahun 1999 yang telah diubah beberapa kali dan terakhir dengan UU Nomor 6 Tahun 2009. Menyatakan mata uang digital atau bitcoin dan virtual currency bukan merupakan mata uang atau alat pembayaran yang sah di Indonesia.
Direktur Departemen Komunikasi BI, Peter Jacobs berkomentar demikian "Segala risiko terkait kepemilikan atau penggunaan Bitcoin ditanggung sendiri oleh pemilik atau pengguna Bitcoin dan virtual currency lainnya,".

Pria Asal Mojokerto Beli Pulsa Dengan Bitcoin


Sebagai alat transaksi yang berada di luar kewenangan lembaga pemerintah, bitcoin ternyata telah digunakan sebagai alat pembayaran untuk kebutuhan sehari-hari. Bayu merupakan salah satu pengguna bitcoin yang mengaku selalu membeli pulsa dengan menggunakan mata uang virtual tersebut.

"Kalau sejauh ini sih saya pakai bitcoin baru untuk membeli pulsa saja, karena kan kalau yang lain-lain, belum banyak juga perusahaan yang mau terima bitcoin," jelas pria asal Mojokerto ini saat berbincang dengan Liputan6.com, di Jakarta.

Setiap bulan, dia membeli pulsa sebesar Rp 50 ribu dengan menggunakan bitcoin. Dia membelinya dari seorang pengguna bitcoin lain yang dikenalnya di Facebook.

"Sebulan saya beli pulsa Rp 50 ribu itu harganya 0,0005 btc. Itu saya beli dari penjual online di Facebook, kalau dia pakai akun asli, saya anonymous," jelasnya.

Dia menerangkan banyak cara yang digunakannya untuk mengumpulkan bitcoin. Mulai dari bermain game hingga menampung 'recehan' dari sejumlah situs penyedia bitcoin. Recehan yang dimaksud merupakan bitcoin dengan nilai kecil di kisaran satu satoshi (0,000,0001).

Pria yang mengaku menjadi pemilik bitcoin sejak September 2013 ini merasa mata uang virtual tersebut dapat memberikan keuntungan yang menggiurkan. Hingga saat ini dia baru mengantongi sekitar Rp 700 ribu (jika dihitung dengan nominal rupiah) dari kepemilikian bitcoinnya.


Bitcoin Dihajar DoS (denial-of-service)



Bitcoin akhir-akhir ini mulai marak diperbincangkan sehingga popularitas Bitcoin memicu keisengan para peretas untuk melakukan serangan. Terdapat satu laporan terjadi serangan DoS (denial-of-service) yang dilancarkan oleh kelompok peretas yang tidak diketahui dari mana terhadap Bitcoin.

Dalam serangan DoS nya, para peretas mengirimkan baris kode termutasi ke dalam program yang dapat digunakan untuk mengontrol Bitcoin.

"Ini adalah serangan DoS. Siapa pun yang melakukannya tak mencuri koin-koin, namun berhasil mencegah sejumlah transaksi dari konfirmasi. Penting untuk ditekankan bahwa serangan DoS tak mempengaruhi dompet digital atau dana Bitcoin masyarakat," kata juru bicara Jinyoung Lee Englund.

Englund mengatakan satu tim terdiri dari para pengembang software utama yang fokus pada Bitcoin tengah mengatasi masalah ini, namun sampai perbaikan ini selesai para konsumen tak bisa melakukan apa-apa terhadap Bitcoinnya.

"Hanya pengguna yang melakukan transaksi multipel pada periode singkat yang bakal terpapar," kata dia.

Selasa kemarin Bitstamp yang berbasis di Slovenia menjadi bursa penukaran besar kedua yang menghentikan penarikan oleh konsumennya dalam beberapa hari terakhir karena serangan DoS.

Harga Bitcoin yang dalam beberapa bulan belakangan mendapat penerimaan luas publik, turun dramatis dari bursa satu ke bursa lain. Selasa kemarin Bitcoin diperdagangkan pada USD 645 per koin di bursa Bitstamp atau turun enam persen.

iPhone 4S Dibantai Sniper Gara-Gara Bitcoin


Ada pemberitaan menarik yang menyertai keputusan dari Apple baru-baru ini memblokir aplikasi dompet Bitcoin milik Blockchain di toko aplikasi online miliknya. Keputusan pemblokiran aplikasi itu ternyata memancing reaksi dari para pengguna iPhone yang menggunakan Bitcoin.

Reaksi protes ramai didengungkan di forum Reddit untuk mengungkapkan kekesalan mereka dengan keputusan Apple yang memblokir aplikasi Bitcoin tersebut di iOS.

Salah seorang anggota forum Reddit berinisial round-peg bahkan berani menawarkan hadiah bagi yang menghancurkan iPhone mereka sebagai bentuk protes terhadap langkah Apple. Hadiahnya adalah LG Nexus 5.

Salah seorang anggota forum Reddit lainnya lalu memutuskan untuk menghancurkan iPhone miliknya. Pria bernama Ryan memposting video di YouTube. Dalam video itu ia menembak iPhone 4S miliknya dengan senapan sniper Berulang kali hingga iPhone tersebut hancur berantakan.

Reaksi ini menunjukkan bahwa komunitas Bitcoin mulai kuat. Sementara sebagian besar masyarakat masih bingung dengan Bitcoin, komunitas Bitcoin di berbagai negara berusaha keras untuk memperluas penggunaan bitcoin ini.
Apple disinyalir memblokir aplikasi Bitcoin karena aplikasi ini memiliki iPayment sendiri sehingga tidak bisa dikontrol oleh Apple. karena selama ini Apple dikenal selalu ingin mengontrol segala sesuatu yang ada pada produknya.

Bitcoin Bukan Alat Bayar Sah!


Melihat mulai merambahnya virus bitcoin yang terjadi dimasyarakat akhir-akhir ini menarik perhatian dari Bank Indonesia untuk memberikan komentarnya, melalui pemberitaan yang terdapat pada harian kompas Bank Indonesia mengeluarkan pernyataan bahwa bitcoin ataupun mata uang digital lainnya tidak bisa digunakan sebagai alat pembayaran sah. Risiko terkait kepemilikan atau penggunaan bitcoin ditanggung sendiri oleh pengguna bitcoin.

Berhubung mata uang yang sah yang digunakan di Indonesia adalah rupiah, Bank Indonesia mengategorikan bitcoin sebagai sebuah komoditas maya (virtual) yang bisa dijadikan alat barter. Sementara itu, setiap badan penyelenggara transaksi bitcoin harus mendaftarkan diri ke Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk memudahkan pengawasan transaksi bitcoin.

Menanggapi hal tersebut Chief Executive Officer (CEO) Bitcoin Indonesia Oscar Darmawan berkomentar sebagai berikut ”Apa yang disampaikan Bank Indonesia itu berarti bahwa bitcoin tidak dilarang oleh pemerintah. Pemerintah hanya mengatakan bahwa risiko ditanggung setiap pengguna. Bitcoin pada dasarnya legal beredar di Indonesia. Kalau tidak dianggap sebagai mata uang, maka pengaturan bitcoin jatuh dalam kategori komoditas virtual,” Menurutnya bitcoin pada dasarnya hampir sama dengan emas. Bitcoin dapat digunakan sebagai alat investasi serta alat barter sebagaimana halnya emas. Bahkan, Oscar mengimbau agar pemerintah mengenakan pajak atas bitcoin sebagai sebuah barang/komoditas untuk meningkatkan pendapatan negara.

Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) yang ada di bawah BI akan terus fokus mengawasi potensi pergeseran sistem pembayaran dari model konvensional ke model baru. ”Ke depan, sistem pembayaran model virtual ini akan berkembang dan masyarakat perlu tahu bagaimana menggunakannya secara benar. Kami terus berdiskusi dengan komunitas pengguna sistem pembayaran virtual untuk tahu peredaran bitcoin dan alat tukar maya lainnya agar sedini mungkin dikontrol,” kata Ketua Komite ASPI Ery Punta.
 


Sumber : http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/02/17/0646486/Bitcoin.Bukan.Alat.Bayar.Sah

Mining Rig Litecoin


Salah satu cara untuk mencari LTC adalah dengan melakukan mining, disini akan dibahas bagaimana membuat sebuah mining ring litecoin yang digunakan untuk melakukan aktifitas mining LTC.

Contoh Hal-hal yang harus diperhatikan dalam membuat sebuah mining ring ltc yaitu:

- Motherboard 
Motherboard yang digunakan: Asrock 970 Extreme 4. Pertimbangannya menggunakan motherboard ini adalah harga yang affordable sekitar $100 USD dengan support AM3+ processor, motherboard ini dilengkapi 3 slot pci-e 16x dan 2 slot pci-e 1x. yang nantinya akan dilengkapi dengan 4 - 5 VGA card.

- Memory RAM
RAM – DDR3 4G, biasanya disarankan hingga 8G namun setelah dicoba dengan RAM DDR3 4G, mining rig nya masih bisa berjalan  dengan baik.
 
- Processor 
Processor, processor yang digunakan cukup menggunakan sempron 145, clock bebas, harga bekas di kaskus dengan kisaran harga 300 ribu tanpa HSF, Pertimbangannya adalah yang akan mempengaruhi mining adalah kinerja GPU dari VGA CARD, bukan CPU.

 - Power Supply
PSU yang digunakan Thermaltake 1375 Watt Platinum , pertimbangannya supaya mampu mensuplai power untuk empat unit GPU.

- VGA card
Rencana menggunakan 4 VGA, namun baru tiga yang digunakan yaitu sapphire 7950 vapor-X, HIS R9 280x 2pcs, rencananya satu lagi yang akan dipasang adalah MSI R9 280x. Karena ternyata VGA-VGA ini termasuk yang laris manis. Pertimbangan menggunakan ketiga VGA karena kehandalannya, namun setelah menggunakan VGA 7950 atau 7970 ternyata dengan settingan yang lebih rendah R9 280x bisa menghasilkan Hash Rate yang lebih tinggi dengan harga yang lebih murah daripada 7950 Vapor-X. Dilengkapi, Kabel PCI-e 16x to 16x Riser dan Kabel PCI-e 1x to 16x Riser 

- Operating System
OS Linux – kami Menggunakan Debian Wheezy, versi AMD64 small cd yang bisa di download di here yang dilengkapi hanya dengan tampilan console/terminal dari xdm, dengan koneksi Internet via LAN namun untuk kemudahan, kami menggunakan Windows Manager untuk Linux yang sangat ringan yaitu fluxbox, dan software CGMiner versi 3.3.1, karena setelah mencoba versi 3.7.2, perintah -scrypt untuk mining litecoin tidak berfungsi. 
Program cgminer versi 3.3.1 bisa di download  di here dan menggunakan Ati Driver versi 13.12 yang bisa didownload di here

- Litecoin Pool

Banyak Litecoin Pool besar, yang bisa digunakan untuk mining Litecoin, seperti Coinotron, Give-me-coins, dsb, yang dapat di cek di here
 
- Tambahan  
Mouse, Monitor, KeyBoard, Namun jika telah terinstall Tambahan ini bisa diabaikan, dan teman-teman bisa mengakses via SSH atau TightVNC dari Laptop atau PC lain. Jika OS yang digunakan Ubuntu, maka di Mining Rig admin di install tightvnc, dan mengaktifkan tightvncserver, agar bisa mengakses rig dari Remmina Remote Desktop Ubuntu.       

sumber : http://www.indonesiabitcoin.com/index.php/component/k2/item/18-membuat-mining-rig-litecoin