Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Menimbun Bitcoin ? Wallet Online Tempatnya



Menimbun bitcoin menrupakan hal yang paling sering dilakukan orang-orang untuk saat ini, hal ini dipengaruhi oleh semakin terkenalnya bitcoin, tetapi ada hal-hal yang masih sangat membingungkan dalam hal bitcoin, banyak kalangan yang menilai bitcoin tidak bisa digunakan sebagai barang jual beli ataupun investasi, tapi tidak banyak juga yang menganggap bitcoin sebagai barang investari yang sangat menjanjikan.

Ancaman yang nyata bagi pengguna bitcoin adalah bisa hilang diserang virus dan peretas (hacker) dan juga bisa terserang sebuah virus yang ditanamkan bersama dengan bitcoin tersebut.

Sehingga salah satu alternatif terbak adalah menyimpan bitcoin tersebut dalam dompet/wallet online, sehingga komputer pribadi kita aman dari virus ataupun hacker. menimbun bitcoin di situs-situs penyimpanan bitcoin memiliki alasan karena sistem proteksi khusus yang tersedia di sana.

Dompet bitcoin itu hanya berupa angka dan kode kriptografi. diantaranya adalah coinbase dan blockchain yang bisa menjadi penyimpan bitcoin karena punya sistem sendiri yang bisa melindungi bitcoin dari serangan virus.

Setelah login di blockchain biasanya para pengguna diberikan hidden typer dan password. Maka itu, hanya ada satu risiko yang bisa membuat bitcoinnya hilang di dua situs tersebut.

kalau lupa password akun di blockchain ya hilang bitcoinnya. Biasanya kalau di e-mail kan ada recovery, kalau di blockchain tidak ada. Lupa password atau hidden typer ya habis sudah, seperti halnya kita kehilangan dompet didunia nyata.

Mt. Gox : "Penundaan Dukungan untuk litecoin"


Raksasa bitcoin pertukaran Mt. Gox telah menunda rencana untuk mendukung cryptocurrency litecoin, menyusul serangan lain DDoS bulan lalu.
Sebelumnya Pertukaran bitcoin berbasis di Tokyo telah mengumumkan rencana untuk mendukung alternatif bitcoin. Namun, ditunda bergerak setelah serangan terbaru, yang terjadi pada malam 21 April.
Namun demikian, perusahaan Mt. Gox mengumumkan masih berencana untuk mendukung litecoin "segera".
"Kami berencana untuk melakukannya dua minggu lalu, tapi kejadian tergelincir bahwa rencana," kata sebuah pernyataan dari Mt. Gox. "Saat ini kami fokus pada stabilitas keseluruhan pertukaran, dan akan meluncurkan LTC (litecoin) ketika kita siap. Kalau tidak, kita bisa hal-hal lebih rumit. "
Litecoin perdagangan di BTC-e, di mana itu layak hanya sedikit lebih dari $ 4 (AS) pada waktu tekan.
 

Peredaran Bitcoin di Indonesia hanya Rp 1 Miliar /bulan



Peredaran  Bitcoin di Indonesia dianggap belum perlu mendapatkan peraturan dari Bank Indonesia. CEO Bitcoin Indonesia Oscar Darmawan mengatakan per bulan rata-rata peredaran Bitcoin di Indonesia relatif kecil. “Karena dalam 1 bulan peredaran Bitcoin di Indonesia masih sangat kecil, tidak sampai Rp 1 miliar. Sedangkan biaya bagi BI untuk mengurus undang-undang soal Bitcoin tentu jauh lebih besar,”.

Bitcoin diluncurkan pada 2008 hingga saat ini belum ada bank sentral di seluruh dunia yang mengatur peredaran mata uang maya tersebut. Bank central di Cina, Amerika Serikat dan negara lainnya hanya menyatakan bahwa peredaran Bitcoin tidak diperbolehkan melibatkan bank. Mereka juga memperbolehkan Bitcoin sebagai media investasi, tapi tidak sebagai standar pengukuran. Jika Bank Indonesia melarang peredaran Bitcoin, maka pengguna Bitcoin di Indonesia akan semakin tidak terkontrol dan bermain secara sembunyi-sembunyi (under ground) yang nantinya akan semakin sulit dikontrol.

Peredaran Bitcoin di Indonesia saat ini masih kurang dari 1%. Sedangkan di negara lainnya seperti Amerika Serikat sudah sebanyak 35% dan Cina mencapai 52%. Sehingga kebijakan apapun dari pemerintah Cina terhadap Bitcoin, akan paling berefek terhadap Bitcoin di dunia. Pemerintah Cina saat ini hanya melarang Bitcoin terlibat dengan bank-bank.

Pemerintah Amerika Serikat cenderung mendukung Bitcoin. Mereka hanya meminta exchanger atau pengguna Bitcoin untuk mencantumkan paspor dalam setiap transaksi. Oscar berharap otoritas di Indonesia akan menerapkan aturan serupa, yakni mencantumkan paspor atau KTP di setiap transaksi. Sebab, hal itu sudah dilakukan di seluruh dunia.

sumber : http://www.tempo.co/read/news/2014/02/19/087555537/Peredaran-Bitcoin-di-RI-hanya-Rp-1-Miliar-bulan

ATM Bitcoin Makin Luas


ATM Bitcoin merupakan sebuah harapan yang sangat besar untuk semua pengguna bitcoin. Info dari sebuah Perusahaan Robocoin selaku penyedia mesin anjungan tunai mandiri (ATM) untuk Bitcoin, menyatakan akan mulai memasang mesin ATM pertama untuk Bitcoin di Amerika Serikat. Mesin itu akan dipasang di Seattle dan Austin.

ATM Bitcoin dapat digunakan pengguna dalam membeli atau menjual serta menyetor uang tunai atau mentransfer Bitcoin dari atau kepada dompet virtual Bitcoin lain. Mesinnya mirip ATM pada umumnya, tetapi memiliki sensor pemindai yang membaca identifikasi kartu penduduk atau paspor untuk mengkonfirmasi identitas pengguna.

Sebelumnya, Robocoin telah memasang mesin ATM Bitcoin pertamanya di Vancouver, Kanada, pada musim gugur 2013. Mereka juga akan mengoperasikan satu mesin Bitcoin berikutnya di Calgary, Alberta, Kanada, pada akhir Februari 2014.

Robocoin, yang berbasis di Las Vegas, juga berencana memasang ATM Bitcoin di kawasan Asia dan Eropa. Setiap mesin Bitcoin nantinya dikelola oleh sebuah operator, termasuk perusahaan Bitcoin di suatu negara.

Kantor berita Reuters mencatat, satu Bitcoin pada September 2013 nilainya berkisar 150 dollar AS. Lalu pada akhir Desember 2013 nilainya meroket menjadi di atas 1.000 dollar AS.

Nilai Bitcoin sempat anjlok pada 10 Februari 2014 setelah bursa Mt. Gox asal Tokyo, Jepang, merilis pengumuman sedang menangguhkan penarikan Bitcoin karena "terdeteksi aktivitas yang tidak biasa pada dompet Bitcoin dan sedang dilakukan penyelidikan selama beberapa pekan terakhir. Ini mengkonfirmasikan adanya transaksi yang perlu diperiksa lebih dekat."

Di platform Mt. Gox, nilai Bitcoin sempat jatuh ke level 592 dollar AS pada 10 Februari 2014 waktu Jepang, turun 27 persen dari harga tanggal 7 Februari sebesar 692 dollar AS

Sumber : http://tekno.kompas.com/read/2014/02/19/0728009/Penyebaran.ATM.Bitcoin.Bakal.Makin.Luas

Rayuan BOS Bitcoin Indonesia Untuk Pemerintah



Bitcoin muncul pada 2009 yang disebut-sebut sebagai inovasi. Kebebasan dan efisensi merupakan salah satu alasan lahirnya Bitcoin, terbebas dari currency exposure risk.

CEO Bitcoin Indonesia Oscar Darmawan mengatakan, transaksi jual beli Bitcoin dapat meningkatkan pajak negara dan devisa ke Indonesia. "Kami bermimpi lebih jauh, pemerintah dapat mendukung transaksi Bitcoin ini sehingga nantinya dapat memberikan pemasukan negara," ujarnya saat acara 'Bitcoin Marketplace' di Restoran Seremanis, Jakarta.

Dalam pandangannya, dengan menetapkan atau melegalkan Bitcoin sebagai bagian dari komoditas virtual, negara dapat menarik pajak setiap transaksi Bitcoin.
"Sehingga meningkatkan pendapatan negara. Kami kan punya pemasukan transaksi fee dari pengguna meski hanya 1 persen," jelasnya.
"Saat ini bertransaksi di Singapura (karena legal). Jika di Indonesia dapat diterapkan akan maka akan menambah devisa, karena kan salah satu pemasukan terbesar dari pajak," ungkapnya.
BI Merujuk pada Undang-undang (UU) Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang serta UU Nomor 23 Tahun 1999 yang telah diubah beberapa kali dan terakhir dengan UU Nomor 6 Tahun 2009. Menyatakan mata uang digital atau bitcoin dan virtual currency bukan merupakan mata uang atau alat pembayaran yang sah di Indonesia.
Direktur Departemen Komunikasi BI, Peter Jacobs berkomentar demikian "Segala risiko terkait kepemilikan atau penggunaan Bitcoin ditanggung sendiri oleh pemilik atau pengguna Bitcoin dan virtual currency lainnya,".

Pria Asal Mojokerto Beli Pulsa Dengan Bitcoin


Sebagai alat transaksi yang berada di luar kewenangan lembaga pemerintah, bitcoin ternyata telah digunakan sebagai alat pembayaran untuk kebutuhan sehari-hari. Bayu merupakan salah satu pengguna bitcoin yang mengaku selalu membeli pulsa dengan menggunakan mata uang virtual tersebut.

"Kalau sejauh ini sih saya pakai bitcoin baru untuk membeli pulsa saja, karena kan kalau yang lain-lain, belum banyak juga perusahaan yang mau terima bitcoin," jelas pria asal Mojokerto ini saat berbincang dengan Liputan6.com, di Jakarta.

Setiap bulan, dia membeli pulsa sebesar Rp 50 ribu dengan menggunakan bitcoin. Dia membelinya dari seorang pengguna bitcoin lain yang dikenalnya di Facebook.

"Sebulan saya beli pulsa Rp 50 ribu itu harganya 0,0005 btc. Itu saya beli dari penjual online di Facebook, kalau dia pakai akun asli, saya anonymous," jelasnya.

Dia menerangkan banyak cara yang digunakannya untuk mengumpulkan bitcoin. Mulai dari bermain game hingga menampung 'recehan' dari sejumlah situs penyedia bitcoin. Recehan yang dimaksud merupakan bitcoin dengan nilai kecil di kisaran satu satoshi (0,000,0001).

Pria yang mengaku menjadi pemilik bitcoin sejak September 2013 ini merasa mata uang virtual tersebut dapat memberikan keuntungan yang menggiurkan. Hingga saat ini dia baru mengantongi sekitar Rp 700 ribu (jika dihitung dengan nominal rupiah) dari kepemilikian bitcoinnya.


Bitcoin Dihajar DoS (denial-of-service)



Bitcoin akhir-akhir ini mulai marak diperbincangkan sehingga popularitas Bitcoin memicu keisengan para peretas untuk melakukan serangan. Terdapat satu laporan terjadi serangan DoS (denial-of-service) yang dilancarkan oleh kelompok peretas yang tidak diketahui dari mana terhadap Bitcoin.

Dalam serangan DoS nya, para peretas mengirimkan baris kode termutasi ke dalam program yang dapat digunakan untuk mengontrol Bitcoin.

"Ini adalah serangan DoS. Siapa pun yang melakukannya tak mencuri koin-koin, namun berhasil mencegah sejumlah transaksi dari konfirmasi. Penting untuk ditekankan bahwa serangan DoS tak mempengaruhi dompet digital atau dana Bitcoin masyarakat," kata juru bicara Jinyoung Lee Englund.

Englund mengatakan satu tim terdiri dari para pengembang software utama yang fokus pada Bitcoin tengah mengatasi masalah ini, namun sampai perbaikan ini selesai para konsumen tak bisa melakukan apa-apa terhadap Bitcoinnya.

"Hanya pengguna yang melakukan transaksi multipel pada periode singkat yang bakal terpapar," kata dia.

Selasa kemarin Bitstamp yang berbasis di Slovenia menjadi bursa penukaran besar kedua yang menghentikan penarikan oleh konsumennya dalam beberapa hari terakhir karena serangan DoS.

Harga Bitcoin yang dalam beberapa bulan belakangan mendapat penerimaan luas publik, turun dramatis dari bursa satu ke bursa lain. Selasa kemarin Bitcoin diperdagangkan pada USD 645 per koin di bursa Bitstamp atau turun enam persen.

iPhone 4S Dibantai Sniper Gara-Gara Bitcoin


Ada pemberitaan menarik yang menyertai keputusan dari Apple baru-baru ini memblokir aplikasi dompet Bitcoin milik Blockchain di toko aplikasi online miliknya. Keputusan pemblokiran aplikasi itu ternyata memancing reaksi dari para pengguna iPhone yang menggunakan Bitcoin.

Reaksi protes ramai didengungkan di forum Reddit untuk mengungkapkan kekesalan mereka dengan keputusan Apple yang memblokir aplikasi Bitcoin tersebut di iOS.

Salah seorang anggota forum Reddit berinisial round-peg bahkan berani menawarkan hadiah bagi yang menghancurkan iPhone mereka sebagai bentuk protes terhadap langkah Apple. Hadiahnya adalah LG Nexus 5.

Salah seorang anggota forum Reddit lainnya lalu memutuskan untuk menghancurkan iPhone miliknya. Pria bernama Ryan memposting video di YouTube. Dalam video itu ia menembak iPhone 4S miliknya dengan senapan sniper Berulang kali hingga iPhone tersebut hancur berantakan.

Reaksi ini menunjukkan bahwa komunitas Bitcoin mulai kuat. Sementara sebagian besar masyarakat masih bingung dengan Bitcoin, komunitas Bitcoin di berbagai negara berusaha keras untuk memperluas penggunaan bitcoin ini.
Apple disinyalir memblokir aplikasi Bitcoin karena aplikasi ini memiliki iPayment sendiri sehingga tidak bisa dikontrol oleh Apple. karena selama ini Apple dikenal selalu ingin mengontrol segala sesuatu yang ada pada produknya.

Bitcoin Bukan Alat Bayar Sah!


Melihat mulai merambahnya virus bitcoin yang terjadi dimasyarakat akhir-akhir ini menarik perhatian dari Bank Indonesia untuk memberikan komentarnya, melalui pemberitaan yang terdapat pada harian kompas Bank Indonesia mengeluarkan pernyataan bahwa bitcoin ataupun mata uang digital lainnya tidak bisa digunakan sebagai alat pembayaran sah. Risiko terkait kepemilikan atau penggunaan bitcoin ditanggung sendiri oleh pengguna bitcoin.

Berhubung mata uang yang sah yang digunakan di Indonesia adalah rupiah, Bank Indonesia mengategorikan bitcoin sebagai sebuah komoditas maya (virtual) yang bisa dijadikan alat barter. Sementara itu, setiap badan penyelenggara transaksi bitcoin harus mendaftarkan diri ke Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk memudahkan pengawasan transaksi bitcoin.

Menanggapi hal tersebut Chief Executive Officer (CEO) Bitcoin Indonesia Oscar Darmawan berkomentar sebagai berikut ”Apa yang disampaikan Bank Indonesia itu berarti bahwa bitcoin tidak dilarang oleh pemerintah. Pemerintah hanya mengatakan bahwa risiko ditanggung setiap pengguna. Bitcoin pada dasarnya legal beredar di Indonesia. Kalau tidak dianggap sebagai mata uang, maka pengaturan bitcoin jatuh dalam kategori komoditas virtual,” Menurutnya bitcoin pada dasarnya hampir sama dengan emas. Bitcoin dapat digunakan sebagai alat investasi serta alat barter sebagaimana halnya emas. Bahkan, Oscar mengimbau agar pemerintah mengenakan pajak atas bitcoin sebagai sebuah barang/komoditas untuk meningkatkan pendapatan negara.

Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) yang ada di bawah BI akan terus fokus mengawasi potensi pergeseran sistem pembayaran dari model konvensional ke model baru. ”Ke depan, sistem pembayaran model virtual ini akan berkembang dan masyarakat perlu tahu bagaimana menggunakannya secara benar. Kami terus berdiskusi dengan komunitas pengguna sistem pembayaran virtual untuk tahu peredaran bitcoin dan alat tukar maya lainnya agar sedini mungkin dikontrol,” kata Ketua Komite ASPI Ery Punta.
 


Sumber : http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/02/17/0646486/Bitcoin.Bukan.Alat.Bayar.Sah

Bitcoin Turun Harga



Pada awal-awalnya dulu bitcoin hanya berharga $0,002 saja tetapi setelah hampir 2 tahun tiba-tiba bitcoin jadi naik daun hingga harganya sempat menembus $1000. tetapi seiring dengan kemunculan coin-coin lain yang mencoba bertaruh keberuntungan seperti dogecoin, litecoin dll harga bitcoin kemudian seiring waktu mulai menurun hingga saat ini harga bitcoin hanya sekitar $600. Kemungkinan ini terjadi juga dikarenakan efek dari tertangkapnya co-founder bitcoin dalam upaya pencucian uang di amerika.

Kalau kondisinya seperti ini terus bisa jadi harga bitcoin akan sama dengan pertama kali muncul atau mungkin juga bitcoin akan lebih bisa tinggi lagi harganya setelah harganya mulai turun seperti ini.

Kemungkinan selalu terjadi seperti halnya bermain saham atau forex tinggal bagaimana teman-teman menyingkapinya, akan terus mencoba peruntungan dengan terus melakukan mining bitcoin atau akan langsung menjual bitcoin mumpung harganya belum terlalu banyak turun.

 



beberapa sumber mengenai naik turunnya harga bitcoin dapat dilihat di : bitcoinwisdom.com atau coinmarketcap.com

Co- Founder Bitcoin "Charlie Shrem" ditangkap Polisi



Dua orang pedagang Bitcoin yang mengoperasikan jasa penukaran mata uang Bitcoin secara online ditangkap aparat hukum di Amerika Serikat. Mereka dikenai pasal pencucian uang. Kedua orang tersebut mencoba untuk menjual $ 1 juta dalam mata uang digital kepada pembelinya secara online.

Kejaksaan Amerika telah mengumumkan menuntut dua orang CEO BitInstant.com. Pihak berwenang juga telah mematikan website tersebut sejak bulan September tahun 2013.

Seorang pengacara di New York mengatakan bahwa pihak berwenang telah menangkap seseorang bernama Charlie Shrem, CEO BitInstant.com pada hari Minggu (26 Januari 2014). Selain itu seorang bernama Robert Faiella dari BTCKing juga telah ditangkap pada hari Senin (27 Januari 2014).

Keduanya telah didakwa dengan pasal bekerjasama untuk menjalankan upaya pencucian uang dan mengoperasikan usaha pengiriman uang illegal atau tak terdaftar.

Bedasarkan informasi yang kami peroleh dari LinkedIn, profile Shrem menunjukkan bahwa dia juga menduduki posisi wakil presiden grup perdagangan yang khusus menjual Bitcoin, Bitcoin Foundation. Nama dia juga tercantum pada website Bitcoin Foundation sebagai co-founder.

Link mengenai  Charlie Shrem pada wikipedia : here

Dogecoin



Makin banyak saja mata uang digital bermunculan setelah dipicu popularitas bitcoin. Ada beberapa cryptocurrency yang sengaja dibikin untuk jadi nilai tukar, tapi ada juga yang awalnya hanya untuk main-main tapi jadi serius.

Contohlah mata uang yang bernama Dogecoin. Seperti dikutip dari The Verge. Dogecoin adalah mata uang digital berbasis kriptografi atau cryptocurrency seperti bitcoin atau litecoin. Dogecoin berasal dari tokoh 'internet meme' Doge yaitu anjing shiba inu yang sering dijadikan lelucon di internet . yang awalnya hanya sebagai joke atau lelucon tentang bitcoin.

Dogecoin dibuat oleh JACKSON PALMER marketing ADOBE SYSTEM di Australia dan BILLY MARKUS programmer IBM di portland, dan diperkenalkan pada 6 desember 2013.Dari awalnya hanya untuk mengejek Bitcoin kini Dogecoin malah ikut-ikutan tenar, nilainya mulai naik dan punya penggemar sendiri. Padahal Dogecoin ini baru beredar awal Desember 2013.

Bahkan ada orang yang sengaja memfasilitasi transaksi Dogecoin melalui situs Dogemarket. Di situs ini, berbagai barang bisa dibeli memakai Dogecoin, meski saat ini nilai satu Dogecoin hanya sebanding dengan US$ 0,00023.

Nilainya itu memang masih jauh jika dibandingkan dengan Bitcoin yang nilainya sudah pernah menembus US$ 1.200 dan kini diperdagangkan di kisaran US$ 700-an. Tapi dulu juga Bitcoin memulai dengan nilai yang juga hampir sama kecilnya.

Meski demikian, sekarang ini makin banyak orang yang bertransaksi dan menambang mata uang digital baru ini. Para penggemar fanatik dari meme Doge ini bahkan langsung membuat forum resmi bernama Dogecoin.org untuk membantu para pemula yang tertarik menggunakan Dogecoin.



MINING Bitcoin Tercepat dari INDONESIA




Bitcoin dihasilkan melalui pemecahan soal matematika yang melibatkan serangkaian perhitungan algoritma rumit di komputer. Tidak semua komputer bisa digunakan untuk kegiatan yang disebut "menambang/Mining" Bitcoin.

Karenakan tingkat kesulitan mining Bitcoin yang semakin lama semakin meningkat, diperlukan semacam komputer khusus yang bisa menyelesaikan proses penambangan dengan lebih cepat dibanding desktop biasa. Komputer ini pun tak harus besar dan mahal. Ada pula yang berbentuk dongle USB seperti Redfury.