Tampilkan postingan dengan label Luar Negeri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Luar Negeri. Tampilkan semua postingan

Mt. Gox Rumoured to be Insolvent

 Mt. Gox Allegedly Loses $350m in Bitcoin (744,400 BTC), A document has surfaced suggesting that troubled Japan-based bitcoin exchange Mt. Gox will close for one month as part of a four-step rebranding plan, and that CEO and former Bitcoin Foundation board member Mark Karpeles will step down from his executive position as part of the process.
The bitcoin price has been tumbling all morning amid the news, hitting a low of $419 so far.
Entitled “Crisis Strategy Draft,” the document suggests the company’s increasingly dire financials are greatly impacting the decision. By Mt. Gox’s own estimates, it has only 2,000 BTC and approximately $22.4m in fiat currencies in its possession.
The document was first reported by Ryan Galt, aka the Two-Bit Idiot, who later confirmed to CoinDesk:


The document is branded with the current Mt. Gox logo and a redesigned version, and claims to have detailed inside knowledge of Mt. Gox and its financial affairs, but appears to be written by a team external to Mt. Gox’s current management.

The document is publicly available for viewing here and embedded below this article.

According to the leak, Mt. Gox has lost close to 744,408 BTC or $350m at current prices, and faces an unconfirmed additional $55m in fiat liabilities. The company suggests that theft related to transaction malleability has been ongoing for several years, but was not reported by the company.

We can assume now that withdrawals will not recommence, at least not in the foreseeable future. Customers with Mt. Gox accounts will not be receiving their bitcoins or possibly even other currencies in what is effectively an insolvency, though no-one in an official position is using that word.

At Japan time on the eve of the statements, Japan’s finance and banking regulator the Financial Services Agency (FSA) said it would not be intervening in the issue as it did not view supervision of digital currency exchanges as part of its obligations.

 see the complete article in here

Menimbun Bitcoin ? Wallet Online Tempatnya



Menimbun bitcoin menrupakan hal yang paling sering dilakukan orang-orang untuk saat ini, hal ini dipengaruhi oleh semakin terkenalnya bitcoin, tetapi ada hal-hal yang masih sangat membingungkan dalam hal bitcoin, banyak kalangan yang menilai bitcoin tidak bisa digunakan sebagai barang jual beli ataupun investasi, tapi tidak banyak juga yang menganggap bitcoin sebagai barang investari yang sangat menjanjikan.

Ancaman yang nyata bagi pengguna bitcoin adalah bisa hilang diserang virus dan peretas (hacker) dan juga bisa terserang sebuah virus yang ditanamkan bersama dengan bitcoin tersebut.

Sehingga salah satu alternatif terbak adalah menyimpan bitcoin tersebut dalam dompet/wallet online, sehingga komputer pribadi kita aman dari virus ataupun hacker. menimbun bitcoin di situs-situs penyimpanan bitcoin memiliki alasan karena sistem proteksi khusus yang tersedia di sana.

Dompet bitcoin itu hanya berupa angka dan kode kriptografi. diantaranya adalah coinbase dan blockchain yang bisa menjadi penyimpan bitcoin karena punya sistem sendiri yang bisa melindungi bitcoin dari serangan virus.

Setelah login di blockchain biasanya para pengguna diberikan hidden typer dan password. Maka itu, hanya ada satu risiko yang bisa membuat bitcoinnya hilang di dua situs tersebut.

kalau lupa password akun di blockchain ya hilang bitcoinnya. Biasanya kalau di e-mail kan ada recovery, kalau di blockchain tidak ada. Lupa password atau hidden typer ya habis sudah, seperti halnya kita kehilangan dompet didunia nyata.

Mt. Gox : "Penundaan Dukungan untuk litecoin"


Raksasa bitcoin pertukaran Mt. Gox telah menunda rencana untuk mendukung cryptocurrency litecoin, menyusul serangan lain DDoS bulan lalu.
Sebelumnya Pertukaran bitcoin berbasis di Tokyo telah mengumumkan rencana untuk mendukung alternatif bitcoin. Namun, ditunda bergerak setelah serangan terbaru, yang terjadi pada malam 21 April.
Namun demikian, perusahaan Mt. Gox mengumumkan masih berencana untuk mendukung litecoin "segera".
"Kami berencana untuk melakukannya dua minggu lalu, tapi kejadian tergelincir bahwa rencana," kata sebuah pernyataan dari Mt. Gox. "Saat ini kami fokus pada stabilitas keseluruhan pertukaran, dan akan meluncurkan LTC (litecoin) ketika kita siap. Kalau tidak, kita bisa hal-hal lebih rumit. "
Litecoin perdagangan di BTC-e, di mana itu layak hanya sedikit lebih dari $ 4 (AS) pada waktu tekan.
 

ATM Bitcoin Makin Luas


ATM Bitcoin merupakan sebuah harapan yang sangat besar untuk semua pengguna bitcoin. Info dari sebuah Perusahaan Robocoin selaku penyedia mesin anjungan tunai mandiri (ATM) untuk Bitcoin, menyatakan akan mulai memasang mesin ATM pertama untuk Bitcoin di Amerika Serikat. Mesin itu akan dipasang di Seattle dan Austin.

ATM Bitcoin dapat digunakan pengguna dalam membeli atau menjual serta menyetor uang tunai atau mentransfer Bitcoin dari atau kepada dompet virtual Bitcoin lain. Mesinnya mirip ATM pada umumnya, tetapi memiliki sensor pemindai yang membaca identifikasi kartu penduduk atau paspor untuk mengkonfirmasi identitas pengguna.

Sebelumnya, Robocoin telah memasang mesin ATM Bitcoin pertamanya di Vancouver, Kanada, pada musim gugur 2013. Mereka juga akan mengoperasikan satu mesin Bitcoin berikutnya di Calgary, Alberta, Kanada, pada akhir Februari 2014.

Robocoin, yang berbasis di Las Vegas, juga berencana memasang ATM Bitcoin di kawasan Asia dan Eropa. Setiap mesin Bitcoin nantinya dikelola oleh sebuah operator, termasuk perusahaan Bitcoin di suatu negara.

Kantor berita Reuters mencatat, satu Bitcoin pada September 2013 nilainya berkisar 150 dollar AS. Lalu pada akhir Desember 2013 nilainya meroket menjadi di atas 1.000 dollar AS.

Nilai Bitcoin sempat anjlok pada 10 Februari 2014 setelah bursa Mt. Gox asal Tokyo, Jepang, merilis pengumuman sedang menangguhkan penarikan Bitcoin karena "terdeteksi aktivitas yang tidak biasa pada dompet Bitcoin dan sedang dilakukan penyelidikan selama beberapa pekan terakhir. Ini mengkonfirmasikan adanya transaksi yang perlu diperiksa lebih dekat."

Di platform Mt. Gox, nilai Bitcoin sempat jatuh ke level 592 dollar AS pada 10 Februari 2014 waktu Jepang, turun 27 persen dari harga tanggal 7 Februari sebesar 692 dollar AS

Sumber : http://tekno.kompas.com/read/2014/02/19/0728009/Penyebaran.ATM.Bitcoin.Bakal.Makin.Luas

Bitcoin Dihajar DoS (denial-of-service)



Bitcoin akhir-akhir ini mulai marak diperbincangkan sehingga popularitas Bitcoin memicu keisengan para peretas untuk melakukan serangan. Terdapat satu laporan terjadi serangan DoS (denial-of-service) yang dilancarkan oleh kelompok peretas yang tidak diketahui dari mana terhadap Bitcoin.

Dalam serangan DoS nya, para peretas mengirimkan baris kode termutasi ke dalam program yang dapat digunakan untuk mengontrol Bitcoin.

"Ini adalah serangan DoS. Siapa pun yang melakukannya tak mencuri koin-koin, namun berhasil mencegah sejumlah transaksi dari konfirmasi. Penting untuk ditekankan bahwa serangan DoS tak mempengaruhi dompet digital atau dana Bitcoin masyarakat," kata juru bicara Jinyoung Lee Englund.

Englund mengatakan satu tim terdiri dari para pengembang software utama yang fokus pada Bitcoin tengah mengatasi masalah ini, namun sampai perbaikan ini selesai para konsumen tak bisa melakukan apa-apa terhadap Bitcoinnya.

"Hanya pengguna yang melakukan transaksi multipel pada periode singkat yang bakal terpapar," kata dia.

Selasa kemarin Bitstamp yang berbasis di Slovenia menjadi bursa penukaran besar kedua yang menghentikan penarikan oleh konsumennya dalam beberapa hari terakhir karena serangan DoS.

Harga Bitcoin yang dalam beberapa bulan belakangan mendapat penerimaan luas publik, turun dramatis dari bursa satu ke bursa lain. Selasa kemarin Bitcoin diperdagangkan pada USD 645 per koin di bursa Bitstamp atau turun enam persen.

iPhone 4S Dibantai Sniper Gara-Gara Bitcoin


Ada pemberitaan menarik yang menyertai keputusan dari Apple baru-baru ini memblokir aplikasi dompet Bitcoin milik Blockchain di toko aplikasi online miliknya. Keputusan pemblokiran aplikasi itu ternyata memancing reaksi dari para pengguna iPhone yang menggunakan Bitcoin.

Reaksi protes ramai didengungkan di forum Reddit untuk mengungkapkan kekesalan mereka dengan keputusan Apple yang memblokir aplikasi Bitcoin tersebut di iOS.

Salah seorang anggota forum Reddit berinisial round-peg bahkan berani menawarkan hadiah bagi yang menghancurkan iPhone mereka sebagai bentuk protes terhadap langkah Apple. Hadiahnya adalah LG Nexus 5.

Salah seorang anggota forum Reddit lainnya lalu memutuskan untuk menghancurkan iPhone miliknya. Pria bernama Ryan memposting video di YouTube. Dalam video itu ia menembak iPhone 4S miliknya dengan senapan sniper Berulang kali hingga iPhone tersebut hancur berantakan.

Reaksi ini menunjukkan bahwa komunitas Bitcoin mulai kuat. Sementara sebagian besar masyarakat masih bingung dengan Bitcoin, komunitas Bitcoin di berbagai negara berusaha keras untuk memperluas penggunaan bitcoin ini.
Apple disinyalir memblokir aplikasi Bitcoin karena aplikasi ini memiliki iPayment sendiri sehingga tidak bisa dikontrol oleh Apple. karena selama ini Apple dikenal selalu ingin mengontrol segala sesuatu yang ada pada produknya.

Co- Founder Bitcoin "Charlie Shrem" ditangkap Polisi



Dua orang pedagang Bitcoin yang mengoperasikan jasa penukaran mata uang Bitcoin secara online ditangkap aparat hukum di Amerika Serikat. Mereka dikenai pasal pencucian uang. Kedua orang tersebut mencoba untuk menjual $ 1 juta dalam mata uang digital kepada pembelinya secara online.

Kejaksaan Amerika telah mengumumkan menuntut dua orang CEO BitInstant.com. Pihak berwenang juga telah mematikan website tersebut sejak bulan September tahun 2013.

Seorang pengacara di New York mengatakan bahwa pihak berwenang telah menangkap seseorang bernama Charlie Shrem, CEO BitInstant.com pada hari Minggu (26 Januari 2014). Selain itu seorang bernama Robert Faiella dari BTCKing juga telah ditangkap pada hari Senin (27 Januari 2014).

Keduanya telah didakwa dengan pasal bekerjasama untuk menjalankan upaya pencucian uang dan mengoperasikan usaha pengiriman uang illegal atau tak terdaftar.

Bedasarkan informasi yang kami peroleh dari LinkedIn, profile Shrem menunjukkan bahwa dia juga menduduki posisi wakil presiden grup perdagangan yang khusus menjual Bitcoin, Bitcoin Foundation. Nama dia juga tercantum pada website Bitcoin Foundation sebagai co-founder.

Link mengenai  Charlie Shrem pada wikipedia : here